Twitter | Search | |
Tata Bahasa
Kalau kau sarjana, dan kautulis “Ayo makan Ibu”, kau pantas mati ditabrak odong-odong. Twit tata bahasa Indonesia oleh wartawan , bahasawan radikal.
231
Tweets
0
Following
39,199
Followers
Tweets
Tata Bahasa May 17
TATA KALIMAT Benar: - Apa yang kaubaca? - Apakah yang kaubaca? - Yang kaubaca apa? Salah: - Yang kaubaca apakah?
Reply Retweet Like
Tata Bahasa May 17
FIKSI DALAM BAHASA PERS Contoh narasi wartawan dengan kata-kata puitis dalam berita perkosaan: Lantaran tidak kuat MENAHAN GODAAN SETAN, si guru mengaji pun tega merogol muridnya. Begitulah fakta jurnalistik dikaburkan wartawan sontoloyo yang buta hukum dan buta bahasa pers.
Reply Retweet Like
Tata Bahasa May 15
Budi berhasil diwisuda menjadi sarjana. (Tujuan Budi tercapai.) KPK berhasil menangkap koruptor. (Maksud KPK tercapai.) Dua menteri berhasil ditangkap KPK. (Kok menteri bercita-cita masuk penjara?) Pembunuh berhasil ditembak polisi. (Wartawan yang menulisnya dungu!)
Reply Retweet Like
Tata Bahasa May 9
Logika jalan-bahasa Indonesia anak ini bagus. Tepuk tangan! 👏
Reply Retweet Like
Tata Bahasa May 8
meneladan, meneladani 1. Umat harus MENELADAN nabinya. (meniru, mencontoh) 2. Nabi MENELADANI umatnya. (memberi teladan/contoh kepada) Aku takberani meneladani Muhammad saw. Engkau berani?
Reply Retweet Like
Tata Bahasa May 5
UNFAEDAH BIKIN AUTONGAKAK Pers “harus menjadi teladan dan pelopor dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.” Usahkan menjadi teladan, justru banyak wartawan merusakkan bahasa Indonesia.
Reply Retweet Like
Tata Bahasa May 3
TATA KALIMAT Itu laki-laki dungu. - subjek: itu - predikat: laki-laki dungu Laki-laki itu dungu. - subjek: laki-laki itu - predikat: dungu
Reply Retweet Like
Tata Bahasa May 3
GAYA BAHASA PERBANDINGAN Tidak tepat mengibaratkan (1) “sudah pakai HANYA pakai SEKADAR” atau “sudah pakai GULA pakai PEMANIS” dengan (2) “sudah JADI PROF masih NULIS BUKU.” Klausa 1: pleonasme (kemubaziran kata). Klausa 2: profesor menulis buku bukanlah kerja yang mubazir.
Reply Retweet Like
Tata Bahasa Apr 25
Replying to @ja_rar
Pakai tanda hubung (-) supaya makna kalimat tidak mendua. 1. Direktur-baru tiba di kantor. (direktur yang baru menjabat) 2. Direktur baru-tiba di kantor. (belum lama tiba) 3. Direktur baru tiba di kantor. (bermakna ganda) Masih mau mengata tata bahasa tidak penting? —
Reply Retweet Like
Tata Bahasa Apr 22
KOMA 1. Terima kasih kepada kedua orang tua kami, Ibu Wati dan Tuhan. Dalam kalimat (1) Ibu Wati dan Tuhan adalah orang tua kami. 2. Terima kasih kepada kedua orang tua kami, Ibu Wati, dan Tuhan. Dalam kalimat (2) ucapan terima kasih ditujukan bagi tiga orang dan Tuhan.
Reply Retweet Like
Tata Bahasa Sep 6
Di depan Dewan Rakyat yang didominasi orang Belanda, Jahja Datoek Kajo bersiteguh: “Saya lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dalam sidang…karena saya orang Indonesia. Tuan-tuan tentu memaklumi bahwa sekalian bangsa di dunia ini lebih suka berbahasa dengan bahasanya sendiri.”
Reply Retweet Like
Tata Bahasa Sep 2
Kampanye: “Partai kami akan berjuang supaya gaji buruh dinaikkan Rp8 juta per bulan.” Artinya setiap bulan gaji bertambah Rp8 juta, dan setelah 12 bulan buruh akan mendapat gaji minimal Rp96 juta. KOREKSI “…supaya gaji buruh dinaikkan MENJADI Rp8 juta per bulan.”
Reply Retweet Like
Tata Bahasa Aug 31
- umpan LDR - pukulan kepo - umpan gratifikasi - tendangan tanpa amnesti Istilah olahraga itu sama gilanya dengan bahasa Vicky Prasetyo: - konspirasi kemakmuran - mempersuram statusisasi kemakmuran - menyiasati kecerdasan untuk labil ekonomi. Orang waras jangan rusakkan bahasa.
Reply Retweet Like
Tata Bahasa Aug 24
MEMBACA BAHASA “BANYAK cewek metropolis YANG suka merokok” mengandung klausa relatif. Maknanya BUKAN generalisasi “cewek metropolis suka merokok,” melainkan “sebagian cewek metropolis suka merokok (sebagian taksuka).”
Reply Retweet Like
Tata Bahasa Aug 24
Kawan: Ternyata banyak wartawan media nasional yang bodoh berbahasa. Mereka harus rajin membaca twit dan . : Percuma. Mereka tidak mencintai bahasa. Kawan: Bagaimana kalau kau jadi pemrednya? : Kupecat semua! Kurekrut wartawan yang baru.
Reply Retweet Like
Tata Bahasa Aug 23
Replying to @spa_si
Jika Tuan mengurus negara, apa yang pertama dilakukan? “Meluruskan bahasa,” jawab Konfusius. “Jika bahasa taklurus, yang terucap bisa menyalahi yang dimaksudkan. Jika yang terucap bukan yang dimaksud, apa yang seharusnya diperbuat takkan terlaksana… Jangan seenaknya berbahasa.”
Reply Retweet Like
Tata Bahasa Aug 23
Contoh nomor kartu ponsel 085234567890. Bahasawan: “Nol delapan…sembilan nol.” Orang kebanyakan: “Kosong delapan…sembilan kosong.” Angka “0” semestinya dibaca “nol”.
Reply Retweet Like
Tata Bahasa Aug 22
SALAH KAPRAH - mengentaskan kemiskinan - mengejar ketertinggalan BENAR - mengentaskan rakyat miskin - mengentaskan rakyat dari kemiskinan - mengejar kemajuan Indonesia tidak akan menjadi negara maju kalau pemerintah sibuk mengejar ketertinggalan.
Reply Retweet Like
Tata Bahasa Aug 22
relawan: kata takbaku sukarelawan: kata baku Alih-alih menulis “tetapi” dan “durian”, pers BOLEH menulis bentuk takbaku “tapi” dan “duren”. BENAR Budi ingin bergabung dengan partai kami. SALAH Budi ingin gabung partai kami. gabung(an): kata benda (bukan kata kerja)
Reply Retweet Like
Tata Bahasa Aug 21
[Klausa pertama], TETAPI [klausa kedua]. “Ingat, apa pun yang tertulis sebelum konjungsi ‘tetapi’ bukanlah yang terpenting. Pesan utamanya terdapat di belakang ‘tetapi’. Paham, ya?” kata , bahasawan radikal. - Dia filsuf genius, tetapi licik. - Dia fanatik, tapi munafik.
Reply Retweet Like