Twitter | Search | |
This is the legacy version of twitter.com. We will be shutting it down on 15 December 2020. Please switch to a supported browser or device. You can see a list of supported browsers in our Help Center.
lism
PEMERASAN DAN PELECEHAN SEKSUAL OLEH DOKTER RAPID TEST DI BANDARA SOEKARNO HATTA, TERMINAL 3 [A THREAD]
Reply Retweet Like More
lism Sep 18
Replying to @listongs
sebenernya dari kemarin2 mau bikin thread ini maju-mundur, takut kenapa2. tapi karena laporan aku belum ada yang diproses, jadi yaudah lapor ke netizen aja
Reply Retweet Like
lism Sep 18
Replying to @listongs
Pada hari minggu, 13 September 2020, aku mau pergi ke Nias Sumut dari Jakarta. Karena belum sempat melakukan rapid test di hari sebelumnya, jadi aku berencana untuk melakukan rapid test di bandara.
Reply Retweet Like
lism Sep 18
Replying to @listongs
flightku jam 6 pagi, jadi sekitar jam 4 pagi aku udah sampai terminal 3 untuk melakukan rapid test. Aku test rapid-nya di tempat resmi yang sudah disediakan oleh bandara soetta (bukan yang dari traveloka/tiket.com)
Reply Retweet Like
lism Sep 18
Replying to @listongs
aku sebelum rapid udah percaya diri banget kalau hasilnya non reaktif baik Ig M maupun Ig G nya, karena aku baru pulang dari westen australia 6 hari sebelumnya. di WA, community case nya sudah 0 selama berbulan-bulan.
Reply Retweet Like
lism Sep 18
Replying to @listongs
misalpun aku kena covid di jakarta, aku mikirnya ga mungkin anitbody aku udah kebentuk dalam waktu 6 hari. tapi setelah dipanggil masuk untuk mengambil hasil rapid test, dokter nya bilang Ig G aku reaktif. aku bingung aja hah kok bisa sih tapi yaudahlah
Reply Retweet Like
lism Sep 18
Replying to @listongs
Ini yaa, misalpun waktu itu aku terinfeksi covid19 di jakarta, butuh waktu buat Ig G terbentuk, inkubasi nya sendiri aja 14 hari
Reply Retweet Like
lism Sep 18
Replying to @listongs
tapi yaudah, mungkin akunya yang terlalu sombong, jadi rapid aku reaktif Ig G. di situ aku yaudah pasrah, mau cancel flight juga gapapa. karena pergi ke nias juga gak urgent-urgent banget.
Reply Retweet Like
lism Sep 18
Replying to @listongs
habis itu dokternya nanyain, "kamu jadi mau terbang gak?" di situ aku bingung kan, hah kok nanya nya gini.... terus aku jawab lah "lah emangnya bisa ya, pak? kan setau saya ya kalo reaktif ga bisa lanjut travel". habis itu dokternya bilang "ya bisa nanti saya ganti data-nya"
Reply Retweet Like
lism Sep 18
Replying to @listongs
di situ kaget si jujur, sama bingung juga. sampai akhirnya aku bilang ke dokternya "gausah juga gapapa dok, saya takut nularin ke orang-orang di Nias." jujur emang aku mikirnya gt, karna setau aku di Nias jg masih minim fasilitas kesehatannya, kasihan juga orang2 di sana.
Reply Retweet Like
lism Sep 18
Replying to @listongs
tapi, si dokternya malah terkesan "maksa" biar aku tetep terbang ke nias. katanya "gapapa mba, terbang aja, mba gapapa kok sebenernya, ga bakal nularin ke orang2 di sana. kalo mau ttp berangkat, ini saya rapid lagi, bayar aja 150k lagi buat test ulangnya."
Reply Retweet Like
lism Sep 18
Replying to @listongs
oiya si dokternya juga ada bilang "iya nanti data mba saya ganti dengan data yang bagus"
Reply Retweet Like