Twitter | Search | |
Jarar Siahaan
wartawan sejak 1994; bukan jongos politikus; “belum sukses jadi ateis”; bukan kawanmu, bukan lawanmu; pernah menikah •
516
Tweets
33
Following
9,480
Followers
Tweets
Jarar Siahaan Aug 17
Kalau begitu, yang terpilih dalam pemilu tetap saja orang jahat, dan menjadi golput masih tetap masuk akal. Akhirnya secara taklangsung dan takgamblang mereka mengiakan “dalam pemilu tidak ada politikus yang takjahat”
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 17
Peniup sangkakala melintas di depan pasar tradisional Balige, Kabupaten Toba Samosir, dalam parade perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 15
GEJALA GANGGUAN JIWA FoMO - Takbisa melepaskan diri dari ponsel. - Gelisah jika belum mengecek medsos. - Mementingkan hubungan dunia maya daripada hubungan dunia nyata. - Terobsesi dengan unggahan orang lain. - Selalu mengunggah setiap kegiatan pribadi.
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 14
Politik mengubah orang yang jujur (terpaksa) menjadi pembohong
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 14
Konon mereka toleran terhadap perbedaan pendapat. Tapi inilah dunia politik: bahkan kaum religius pendukung ormas keagamaan pun bisa bersikap curang, taklurus, kalau ikut-ikutan menjadi buzzer/tukang politik
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 13
Replying to @ja_rar
Berita “cantiknya penjual nasi uduk” atau “gantengnya PNS ini” adalah penilaian subjektif wartawan. JURNALISME ABAL-ABAL ALA TEMPO Karena cantik itu relatif, pembaca pun berhak menilai sebaliknya: “Istri Ma'ruf Amin cantik? Pret, cantik dari Hong Kong! Pers suka ngarang, lebay.”
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 12
Tenang, masih banyak waktu untuk menjilat, masih ada 8 bulan untuk mengentuti rakyat agar tidak menjadi golput
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 11
Sekarang publik bebas mengkritik cawapres Prof. Ma'ruf Amin dengan keras, baik pakai satire maupun sarkasme. Jangan takut dituduh menghina ulama, karena selaku cawapres DIA ADALAH POLITIKUS, sama seperti Prabowo, Amien Rais, Jokowi, dan Prof. Mahfud yang kerap dikecam dan dicaci
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 10
Partai milenial, parpol generasi muda, tapi belum dapat kursi saja sudah pintar beringkar, memutar lidah (politikus PSI Antoni & Romli sudah menghapus twitnya itu). Ajaran kakekku, pensiunan kepala kantor pos: kita mungkin bodoh, kampungan, tapi jangan berkhianat & berdusta
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 10
Dua-duanya mengaku religius, dan jualan politik yang ditawarkan kepada rakyat masih memakai “pembalut anu”: sentimen agama
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 9
Hanya sebagian kecil wartawan Indonesia yang memilih profesinya itu karena mencintai jurnalisme. Sebagian besar karena mau dapat duit (suap, proyek) dengan modal gertak sambal; agar aman jika berurusan dengan aparat; demi kelancaran bisnis/politik; atau daripada jadi penganggur
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan retweeted
Emil Aug 8
Banyak sekali. Dulu saya pernah merasakan
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 8
Seandainya KPK menyadap ponsel wartawan di seluruh Indonesia, terlebih-lebih redaktur, pemimpin redaksi, dan pemilik TV, koran, dan media siber, publik akan kaget: banyak orang pers yang bersekongkol dengan politikus dan pejabat korup untuk “meluruskan” berita miring.
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 7
GOMBALAN SEEKOR CALON KORUPTOR MILENIAL “Demi bangsa dan negara Indonesia, terutama wong cilik dan generasi penerus, nantinya seluruh kader partai kami di lembaga pemerintah dan legislatif akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk membela kepentingan rakyat.” *Pret!
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 6
Lagi mesra-mesranya dengan pacar, dan engkau ingin mengunggah foto kalian berdua ke medsos? Lakukan saja, itu hakmu. Kalau orang memprotes, maklum saja. Dia barangkali cuma iri hati karena belum pernah merasakan nikmatnya pacaran
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 6
Adverbia “bisa jadi” dan verba “jadi” berbeda artinya. Subjek “hasil baik pertemuan…” dan “pertemuan…” pun berbeda. CERMATI: “Hasil rapat itu diserahkan…” tidak searti dengan “Rapat itu diserahkan…” Dari dulu kukatakan: banyak orang pers yang bodoh berbahasa Indonesia.
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 6
Sulit dikritik? Ya cari akal agar mudah dikritik
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 6
SURAT UNTUK DISEBARKAN KPK harus dibubarkan! Orang KPK harus mati! Ayo rapatkan barisan: kita binasakan KPK! Merdeka! Tertanda, SEEKOR CALON KORUPTOR MILENIAL *satire
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 5
Replying to @ja_rar
Ilmuwan, seperti fisikawan, munsyi—ahli bahasa—dan filsuf, mesti bersetia kepada kebenaran keilmuannya. Ia tidak boleh menyelewengkan ilmunya karena tunduk kepada kemauan pemerintah atau berpihak kepada propaganda partai politik atau “demi membela agama saya.”
Reply Retweet Like
Jarar Siahaan Aug 5
Replying to @ja_rar
SATIRE SATIRE SATIRE Inilah calon presiden kita, Pak Jokowi. Orangnya bijaksana, kalem, antikekerasan, halus lagi baik budi bahasanya. Teladanku!
Reply Retweet Like