Twitter | Search | |
Search Refresh
Rudijibek/RA13 Dec 5
Untuk mengkhayati FILSAFAT Sesekali saya membuat miniatur perahu layar seperti ini Gambaran rumah,seperti awal kapal akan berangkat
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 51m
Filsafat ...
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 5
Atau seperti ini keadaan saat .Menghancurkan Sulit kubuat miniatur soalnya lebih sulit aku berusaha merasakan dan sebuah pesan cerita
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 14h
Lagi menunggu memori otak untuk melanjutkan
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 5
Merangkai satu persatu.Bagaimana menemukan arti FILSAFAT dalam sebuah wujud
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 6
Filsafat ,,sesaat lagi..
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 6
Inilah ,, Tetap berkibar,walau saat ini harus melawan ARUS.dan KEMUDI sudah melihat
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 5
FILSAFAT ,,,
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 3
Perahu lain itu kalah angin Tak seperti dulu,bekal belum ada Kemudi cukup satu tangan Pandangan haluan masih kosong Setinggi ombak pun Aku tidak gelisah Selebat hujanpun,aku tak berselimut kain
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 3
Berlahan lepas pandangan,tidak terbatas Kurangnya cahaya Hembusan tak berubah arah Walau kemudi berpindah tangan Aku(kakek),pekan lalu Tidur tlah ditemani Ketika berangkat dibekali
Reply Retweet Like
Telset.id Dec 2
Lipat Rusak? Segini Biaya Servisnya
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 2
Kami memandang lepas Buih buih bukan patokan Burung laut tak memberi isyarat Hanya menduga,jarak sudah dan akan ditempuh Hanya berharap haluan lurus Kencangnya atau melemahnya angin
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 2
Kami tak boleh kembali Pantang layar melawan Angin Pantang haluan ke muara lagi Lebih baik patah kemudi Biar terombang ambing
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 2
Kami belajar tenang Gemuruh,deruh,guntur,kabut Sudah berlaku sebelum kami Hingga,kami tidak tahu bila lagi mengarungi Tanda tanda yg persis
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 1
ZIARAH Ke makam KAKEK HAJI DAENG MATTEMU Di jakarta
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 1
Dunia ini luas Takkan bisa kau ukur Seberapa jauh orang sebelumnya melangkah Berapa kali cara manusia bertahan hidup Sekarang di bolehkan sebelumnya di larang Sebelumnya di bolehkan Sekarang di larang
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 1
Filsafat , Jangan turunkann layar atau berputar arah Atau menjatuhkan sauh Bila jauh di depanmu Ombak meninggi,kau sangka perahu akan karam Teruskan saja..! Semua itu bukan kehendakmu Bukan juga itu yg menghalangi perahu Tapi diriMu yg dikalahkan dugaanmu
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Dec 1
Filsafat Bilang layar terkembang Jangan kau kira Pulau sudah dekat Jangan sangka ombak diam Jangan bangga hujan tidak ada Atau Arus air tak berputar arah
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Nov 30
Filsafat DI ujung muara/kuala Sisi kiri kanan air berputar Hanyut perahu ke kiri,atau ke kanan Kami berlari ke Tiang Layar Melepaskan tali temali yg terikat Terkadang cepat terkembang,terkadang hanya berkibas Ujung angin yg mana, Kami tak pernah tahu .
Reply Retweet Like
Rudijibek/RA13 Nov 30
Filsafat , Sebelum fajar muncul Perahu keluar mengikuti arus Tiang layar sudah kokoh lagi Kemudi tak bisa hanya diluruskan
Reply Retweet Like