Twitter | Search | |
This is the legacy version of twitter.com. We will be shutting it down on 15 December 2020. Please switch to a supported browser or device. You can see a list of supported browsers in our Help Center.
Ega Nur Fadillah
1,417
Tweets
84
Following
678
Followers
Tweets
Ega Nur Fadillah 3h
'Perempuan kopi' Perempuan itu termangu Disuguhkannya secangkir kopi dengan kepulan yang memenuhi sudut ruang dan mencipta seonggok senyum palsu Jiwanya teduh, namun hatinya gemuruh Serupa kedai kopi ditengah kota yang tengah diguyur hujan semalam tadi
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Nov 25
Tuhan menciptakan kita tanpa iseng, tanpa kebetulan, tanpa ketidaksengajaan Percaya dan lakukan apapun tanpa iseng, kebetulan dan dengan ketidaksengajaan 'Cause we live in the real life
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Nov 24
Jika sesampai senja nanti aku menanti satu orang, sembari mendebarkan namanya dalam pelupuk doa Aku yakin, masih kamu
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Nov 9
Lelaki tua itu lagi-lagi termangu dengan sorot mata yang sama Wajahnya lusuh terbalut nestapa dengan gemuruh tekateki di kepala Sedang aku, tak pernah berpikir ia sedang baik saja atau tidak Hanya datang dengan segala prahara dilema
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Nov 5
Cakrawala tampak muram menyaksikan cita terbalur lebam bak ratapan langit pada malam juga intuisi pada hujan dibulan kesebelas
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah retweeted
Edisi Hati Nov 5
Saat lampu padam binar matamu menyala-nyala di antara tumpukan kenangan juga deraian rindu di halaman Aku termangu di sudut ruangan mengiba pada Tuhan, agar kau kembali dengan nyata, bukan bertubuh hujan ~
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Nov 4
Puisi tidak bisa dipesan, Bah. Ia selalu ditulis dengan tulus. Tak pernah mendiami angkara, maupun purbasangka Sebab puisi adalah doa, juga cinta. Ia sejuk serupa elegi pagi serupa angan serupa pawana di halaman hari kelima bulan November
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Nov 1
Profesionalitas hidup, pekerjaan dan segala aktivitas tidak hanya berpandangan pada metafisika saja Ada hati yang tak akan pernah bisa dirasionalisasikan
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Oct 27
Lagi-lagi kuingat Lelaki itu duduk termangu Lagi-lagi kuingat, tatkala ia memandang hujan, angannya terjatuh serupa rintik dihadapannya Pecah, menjelma genangan yang mengalir pasrah searah dengan takdir Tuhan
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Oct 27
Lagi-lagi kuingat Lelaki itu duduk termangu, ia suka memandang hujan gemuruh langit tak lebih berisik daripada ambisi juga harapan dikepalanya Sebuah cita untuk orang tercinta, Keluarga, Istri dan anak-anaknya
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah retweeted
~Pelangi Puisi~ Oct 21
Pergilah Biar jarak menyetubuhi, juga waktu mencipta jeda kabar Bulan selalu tahu, sabit atau purnama Aku tetap mencintaimu dengan segala redup juga pendarnya Agar rindu pun tahu dan menempatkan diri pada posisinya ~
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Oct 20
Apa kabarmu, Bah? rindu seperti aku kah atau tidak? sedang aku masih bercumbu dgn hening khusuk sendiri di pelataran sunyi, sembari menari dengan sepi tak ada yg lebih ku nanti dari hati ini selain menanti kabarmu,sebab desah sapamu slalu menjadi lagu merdu paling candu May
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Oct 20
Adakalanya hatiku remah, kekasih segala kemungkinan² bisa saja terjadi tanpa seizin harap kita meski usaha kian usaha kita tunaikan takdir kita tercipta oleh jerit waktu, biarlah kini aku berharap dan mengais dengan doa agar tabir memberi celah untuk segala mimpi-mimpi kita May
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Oct 20
Rindu adalah hak asasi perindu Ia bisa saja mengintai dari bilik jendela, atau berhadapan langsung Aku rindu, Bah tidakkah kau juga rindu akan perbincangan kita?
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Oct 20
Jika tak lagi kau izinkan aku untuk hidup di hatimu Izinkan aku hidup dalam tiap-tiap doa pengharapan agar menjadi doa terbaik untukmu untukku dan untuk kebaikan kau dan aku yang tak mungkin lagi menjadi kita
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Oct 19
Izinkan kumemeluk harapan kita yang kian hampa Izinkan kumemeluk kenang kita yang kian regah Tak lagi kubiarkan prasangka ini terburu-buru menerka takdir Tuhan, Kekasih Dan izinkan lagi aku untuk tetap mencintaimu Mencintaimu dengan segala ikhlas kumelepasmu
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Oct 18
Kau salah dengar bukan jam dinding yang bising mengusik sunyi malam ini melainkan detak jantungku yang mendentumkan hawa rindu bertasbih atas nama Tuhan sembari menyebut namamu sebagai inti dalam doaku
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Oct 18
Dibalik keindahanmu aku melihat Allah Oleh karena itu aku mencintaimu
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Oct 18
Tak ada yang lebih puisi daripada mendo'akanmu Selama diksi-diksi berisikan tentangmu, puisi akan selalu tetap hidup
Reply Retweet Like
Ega Nur Fadillah Oct 17
Bukankah akan lebih kejam jika aku terus-menerus meninabobokan kebohongan? dan sampai kapan harus terus-menerus meninabobokan ketidakpastian? sudahlah.. ikhlas saja, telah kukebumikan segenap harap juga segala ego
Reply Retweet Like