Twitter | Search | |
Rachland Nashidik
Kesejahteraan | Negara Hukum | Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Sipil |
39,135
Tweets
508
Following
96,379
Followers
Tweets
Rachland Nashidik retweeted
Ahmad Arif 14h
Reported new case di Jerman mulai menurun tajam setelah lockdown. Mereka lockdown mulai 13 Maret, dan angka yg sembuh sudah hampir sama dg jumlah kasus baeu. Bahkan mereka mulai membantu menangani pasien dari Italia. Dari 68 rb kasus, korban meninggal 680 an (1 persen)
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik retweeted
Ahmad Arif 4h
Baru ngeh, sampai sekarang ternyata belum ada pembatasan perjalanan dari China. Padahal jelas juga 80 persen orang yg terinfeksi memiliki gejala mild dan asimptomatis, sehingga deteksi suhu tubuh kurang efektif.
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik retweeted
Ahmad Arif 3h
Ada kawan, profesor, yg sebulan lalu selalu komplain setiap saya nulis mengingatkan bahaya Covid-19 karena dianggapnya hanya menakuti masya. Dia baru berubah setelah keluarganya meninggal krn wabah ini. Orang kerap baru sadar risiko saat kematian ada di lingkaran dekat
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik retweeted
Ahmad Arif 3h
Jadi, setelah menafsir sejarah bolehkan jika disimpulkan: penguasa saat ini mirip dengan kolonial Belanda dalam menghadapi pandemi. Lalu, kapan kita merdeka? Share Artikel
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik retweeted
BBC News Indonesia 16h
WD meninggal dunia setelah mengalami gejala terinfeksi Covid-19. Sang istri, DR, berkisah kepada BBC Indonesia bagaimana mereka mengunjungi lima RS berbeda, namun "ditolak dan ditelantarkan". Di akhir hidupnya, WD mengirim cuitan kepada akun
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik retweeted
Bandit Merah Putih 20h
W tadi dateng ke PN Jakpus utk ajuin gugatan. Tp sekarang tutup, pelayanan pengajuan gugatan cuma sampe jam 12. besok w dateng lagi ✊🏿🔥 Mohon dukungan
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik retweeted
unilubis 11h
Warga Jabar, ini kisi-kisi dari Kang Gubernurnya soal
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik retweeted
JANSEN SITINDAON 18h
1. Twit santai dulu. Hari ini adl HARI KE 16 pasca Kongres tgl 15 Maret lalu. "Masa inkubasi 14 hari" telah lewat bahkan lebih. Gejala ditubuh saya tidak ada yg mengarah Corona. Pertanda isolasi mandiri dirumah berakhir. Terimakasih Tuhan atas kesehatan ini. THREAD!
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik 11h
Setidaknya, setelah pidato Presiden tadi, kapal yang kita tumpangi memiliki arah.
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik retweeted
TEMPO.CO 17h
Luhut Binsar Panjaitan menyatakan kepastian karantina wilayah akibat pandemi virus corona akan diputuskan pada pekan ini oleh Presiden Joko Widodo.
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik retweeted
S. B. Yudhoyono 18h
Kita berterima kasih & berikan apresiasi kpd para pemimpin bisnis & philanthropist yg telah berikan donasi utk percepatan penemuan vaksin COVID-19. Gerakan seperti ini perlu terus dilanjutkan agar dunia menjadi "pemenang" dlm melawan pandemi virus korona ini. *SBY*
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik retweeted
S. B. Yudhoyono 18h
Kita ingin para ilmuwan & peneliti kesehatan sedunia jg lakukan "summit" & kerjasama utk sgr temukan & produksi vaksin COVID-19 & "medical treatment" yg efektif. Jika vaksin dpt sgr ditemukan & digunakan scr massal, manusia sedunia akan selamat dari tragedi besar ini. *SBY*
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik retweeted
S. B. Yudhoyono 18h
Bulan Maret 2020 sudah ada "summit" & komitmen para pemimpin dunia (G-20 & G-7) utk melakukan kerjasama tanggulangi pandemi COVID-19 & selamatkan ekonomi global. Para ekonom & pemimpin bisnis juga sudah berbicara tentang gejolak ekonomi & langkah-langkah menghadapinya. *SBY*
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik 17h
Replying to @RachlanNashidik
Catatan pamungkas, dari penambahan Rp. 405 Triliun yang disiapkan pemerintah, alokasi untuk kesehatan sebenarnya cuma Rp.75 Triliun. Memadaikah jumlah itu untuk menanggulangi pandemi?
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik 17h
Replying to @RachlanNashidik
Dengan dua hal dalam ingatan, yakni darurat sipil tak disebut tapi tak dikoreksi, dan diragukannya efektivitas Pembatasan Sosial memutus rantai pandemi, kita awasi terus langkah pemerintah ke depan. Ada kemenangan kecil di tangan, tapi perang melawan wabah masih jauh dari selesai
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik 17h
Replying to @RachlanNashidik
Saya kira kita, pada tahap ini, kita perlu memberi benefit of the doubt pada Presiden bahwa kebijakan Pembatasan Sosial dilengkapi Jaring Pengaman Sosial mungkin bisa memutus penularan pandemi.
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik 18h
Replying to @RachlanNashidik
Status Darurat sipil memang tidak lagi disebut Presiden. Tapi ini tidak bisa disimpulkan batal. Menjawab pertanyaan wartawan tentang ini, Presiden mengisyaratkan darurat sipil diperlukan bila keadaan memburuk.
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik 18h
Replying to @RachlanNashidik
Sorry. Yang benar Rp. 405, 1 Triliun.
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik 18h
Mengikuti pidato Presiden, satu tuntutan kita dipenuhi. Status Darurat Kesehatan Masyarakat ditetapkan. Darurat sipil tidak disebut lagi. Namun Pembatasan sosial -- bukan karantina wilayah -- yang dipilih, dengan tambahan Rp.504 Triliun dalam APBN bagi jaring pengaman sosial.
Reply Retweet Like
Rachland Nashidik 19h
Demi memutus penularan pandemi dan keselamatan rakyat: TRITUPERA Tri Tuntutan Penyelamatan Rakyat 1. Batalkan Rencana Darurat Sipil 2. Berlakukan Status Darurat Kesehatan Masyarakat. 3. Tetapkan Karantina Wilayah dengan jaminan pemenuhan kebutuhan hidup rakyat.
Reply Retweet Like