Twitter | Search | |
Gatot Nurmantyo
Ketua Umum PB Forki: 2014-2018 | Panglima TNI: 2015-2017 | | Instagram:
430
Tweets
58
Following
79,473
Followers
Tweets
Gatot Nurmantyo Oct 6
Terima kasih atas undangan dari Habib Luthfi Bin Yahya dlm rangka acara Doa Bersama persembahan dari Orang Tua (Ulama & Tokoh Agama) yg mengulang tahunkan Anak Tercintanya (TNI-Polri), memperingati HUT TNI ke-73 di Lanumad, Semarang, Jumat 5 Oktober 2018
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Oct 4
"Dirgahayu TNI ke 73" Profesionalisme TNI untuk rakyat. Semoga TNI makin mencintai dan dicintai rakyat dengan memberikan pengabdian terbaik, berani, tulus dan ikhlas.
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Oct 1
Jangan coba ganti ideologi Pancasila dengan ideologi apa pun. Selamat Hari Kesaktian Pancasila
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 29
Saya ditanya, “Apakah akan berhenti bicara tentang bahaya laten PKI?” "Iya, tentu saya akan berhenti. Kapan saya akan berhenti? Apabila tembakan salvo di telinga saya, saya sudah tidak mendengarnya lagi.. Untuk Negara dan Bangsa saya akan maju terus”
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 28
Saya dan keluarga, mengucapkan duka cita & bela sungkawa sedalam2nya atas bencana gempa bumi & tsunami di Palu, Donggala & sekitarnya. Mari kita brgandengan tangan & menyatukan hati utk mmbantu saudara2 kita yg trtimpa musibah. Smoga dberikan ketabahan & kesabaran kpd mereka.
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 27
Korban yg banyak dari peristiwa itu adalah umat Islam dan para ulama. TNI dan PKI juga banyak. Tetapi umat islam dan TNI tidak punya dendam.
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 27
Replying to @Nurmantyo_Gatot
Yg saya sampaikan adalah untuk mengingatkan kpd sluruh anak bangsa, tentang sejarah kelam. Dimana ideologi Pancasila akan diganti oleh ideologi komunis. Saya menyampaikan ini dengan landasan-landasan yg benar.
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 27
Kalau ini dikatakan sbg bagian dari provokasi ya boleh2 saja. Tetapi keyakinan saya sesuai dgn sumpah prajurit.. “Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.”
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 26
In Sya Allah, simak saya di Rosi Kompas Tv, malam ini kamis 27, 19.30 WIB. “Siapa Mau Nobar Film G-30S/PKI?” Bersama
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 24
Skrng saatnya panen kok impor ? Unt apa? Ka Bulog yg mengurusi stok pangan bilang tdk perlu impor karena cadangan beras cukup sampai Juni 2019. Indonesia negara agraris. Kita makan nasi dari petani-petani kita. Mereka tulang punggung pangan kita. Kok tetep mau impor ! Ada apa ??
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 24
TNI mendampingi Petani, karena Petani sering ditipu, dibeli hasil panennya dengan harga rendah. Sehingga TNI mencanangkan Sentra Pelayanan Petani Padi Terpadu (SP3). Jika dicanangkan, petani akan lebih sejahtera. Selamat Hari Tani Nasional
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 21
Salah satu bukti anak2 sekarang tdk mengerti siapa saja pahlawan revolusi
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 20
3. Tapi saya yakin KSAD dan Panglima TNI bukan tipe penakut. Kita lihat saja pelaksanaannya.
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 20
2. ...paling copot jabatan, bukan copot nyawa. Kalau takut, pulang kampung saja. Krn kasian nanti prajuritnya nanti disamakan dgn pemimpinnya penakut. Kan bisa menjatuhkan harga diri prajurit TNI AD yg terkenal di dunia pemberani plus super nekat.
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 20
1. Kalau KSAD tdk berani memerintahkan nonton bareng film G-30S/PKI, bgaimana mau mimpin prajurit pemberani & jagoan2 spt Kostrad, Kopassus, & semua prajurit TNI AD. Kok KSAD-nya penakut... ya sudah pantas lepas pangkat. Ingat! Tdk ada hukuman mati utk perintah nonton bareng,...
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo retweeted
CNN Indonesia Daily Sep 19
. dan mendapat gelar bangsawan pada acara peringatan naik tahta ke-31 Mangkunegara ke-9 di Solo.
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 19
7. Imam al-Ghazali (w. 505 H.) mngatakan, “pada akhirnya ulama yg tadinya dicari penguasa jadi mencari penguasa. Yang sbelumnya berada di puncak kemuliaan karena menolak jabatan mnjadi jatuh dlm kehinaan mencari kemuliaan (jabatan).” Sadeng, 19/9/2018 Deden Muhammad Makhyaruddin
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 19
6. Saat itulah orang-orang melihat betapa mulianya ulama. Mereka dicari dan dibutuhkan tapi mereka tidak mau. Hal ini memicu generasi berikutnya berusaha menjadi ulama agar mendapat posisi dan jabatan yang tinggi itu. Nilai ulama pun mulai bergeser dari niat dan tujuannya.
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 19
5. Para ulama dari kalangan tabiin saat itu tetap istiqamah dalam ilmunya. Tidak ada yang mau diangkat menjadi pejabat pemerintahan. Setiap kali mereka dipinta mareka melarikan diri. Hal ini menyebabkan pemerintah terpaksa “mengemis” kepada ulama.
Reply Retweet Like
Gatot Nurmantyo Sep 19
4. Tampuk kepemimpinan kemudian beralih kepada para pemimpin yang bukan ulama yang tidak mengeluarkan fatwa sendiri maka mereka terdesak membutuhkan ulama untuk menduduki jabatan tinggi di pemerintahan. Khususnya jabatan hakim.
Reply Retweet Like