Twitter | Search | |
Mata Najwa
Mata Najwa Setiap Rabu, 20.00 WIB di bagian dari
67,789
Tweets
123
Following
3,045,446
Followers
Tweets
Mata Najwa 10h
Replying to @MataNajwa
Mata Najwa - Resep Penangkal Krisis (Part 7) Krisis ekonomi di depan mata, bagaimana selanjutnya resep penangkal krisis diramu sehingga manjur mengobati perekonomian?
Reply Retweet Like
Mata Najwa 10h
Replying to @MataNajwa
Mata Najwa - Resep Penangkal Krisis (Part 6) Di Sleman, Yogyakarta warga bikin bisnis baru wastafel portable. Di Bogor, pengusaha tanaman hias kebanjiran order. Sederet peluang di tengah pandemi.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 10h
Replying to @MataNajwa
Mata Najwa - Resep Penangkal Krisis (Part 5) Sektor UMKM adalah pilar ekonomi Indonesia. Sering disebut tahan krisis. Mampukah UMKM melewati krisis COVID-19?
Reply Retweet Like
Mata Najwa 10h
Replying to @MataNajwa
Mata Najwa - Resep Penangkal Krisis (Part 4) Situasi pandemi virus corona membuat sektor industri dan perdagangan lesu. Bagaimana dengan nasib investasi?
Reply Retweet Like
Mata Najwa 10h
Replying to @MataNajwa
Mata Najwa - Resep Penangkal Krisis (Part 3) Subsidi gaji sebesar Rp600 ribu dianggarkan pemerintah untuk 15,7 juta pekerja penerima bantuan. Manjurkah?
Reply Retweet Like
Mata Najwa 10h
Replying to @MataNajwa
Mata Najwa - Resep Penangkal Krisis (Part 2) Di posisi yang sedang terjepit, warga Solo ini terancam tidak dapat subsidi penghasilan.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 10h
Replying to @MataNajwa
Mata Najwa - Resep Penangkal Krisis (Part 1) Pemerintah tebar subsidi ke masyarakat. Kebijakan ini dikritik karena menyembunyikan masalah utama: memulihkan kondisi kesehatan.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 19h
Replying to @MataNajwa
8. Kita tak sendiri mengarungi badai yang tak terperi, tidak ada satu krisis pun yang mustahil untuk dilewati.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 19h
Replying to @MataNajwa
7. Kepada mereka yang dengan tegar sanggup bertahan, jangan lupakan kanan-kiri yang butuh pertolongan.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 19h
Replying to @MataNajwa
6. Pada setiap guncangan yang merombak tatanan, selalu muncul ruang-ruang baru yang bisa dimaksimalkan.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 19h
Replying to @MataNajwa
5. Sembari merawat kreativitas dan deru semangat, agar celah-celah peluang bisa ditangkap dengan cepat.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 19h
Replying to @MataNajwa
4. Sebab mereka yang tumbang bukanlah sekadar angka, semua korban adalah mahluk mulia yang punya cerita.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 19h
Replying to @MataNajwa
3. Tidak semua sanggup bertahan di masa pancaroba, sangat penting bekerja sama agar korban jangan berlaksa.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 19h
Replying to @MataNajwa
2. Tikungan demi tikungan yang tajam serupa alat tempa, yang membentuk berbagai kebaruan dalam sejarah kita.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 19h
Replying to @MataNajwa
1. Krisis bukanlah barang yang baru bagi kemanusiaan, tantangan yang datang adalah jalan tumbuh peradaban.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 19h
Replying to @MataNajwa
, "Resep Penangkal Krisis".
Reply Retweet Like
Mata Najwa 19h
Replying to @MataNajwa
“Tugas saya di antaranya: pemulihan ekonomi, transformasi ekonomi yang fundamental & long-term. Tidak ada yang bisa jamin SARS-CoV-3 dan SARS-CoV-4 tidak datang. Saatnya persiapkan integrasi data & infrastruktur digital," kata Budi Gunadi Sadikin.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 19h
Replying to @MataNajwa
“Kita targetkan akhir Agustus, sudah bisa kita realisasikan subsidi upah untuk September-Oktober," kata Ida Fauziyah.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 19h
Replying to @MataNajwa
“Utamanya agar pemerintah sukses mengatasi masalah kesehatan. Program sosial bisa jalan. Setelah Presiden marah mudah-mudahan lebih jalan. Ada banyak sekali peluang-peluang yang membutuhkan teknokrasi kuat," kata Didik J. Rachbini.
Reply Retweet Like
Mata Najwa 19h
Replying to @MataNajwa
“Kita harapkan modal kerja bisa lebih cepat cair. Tapi kalau tidak ada sosialisasi (regulasi) yang tepat, malah nanti tidak bisa cair bantuannya. Dari sisi modal kerja, kita berharap itu bisa fleksibel diberikan," kata Hariyadi Sukamdani.
Reply Retweet Like