Twitter | Search | |
Dani Ismantoko
Facebook: Dani Ismantoko l Instagram: dani_ismantoko I Youtube: Dani Ismantoko
57
Tweets
517
Following
49
Followers
Tweets
Dani Ismantoko Sep 28
Raden mandasia pancen oye. Novel tebal yang asyik dan tidak membosankan. Sebagaimana juga Cantik itu Luka-nya Mas .
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jul 30
Replying to @mardiasih
Wah, kalah karo Gilang. Gilang kenal wong lanang langsung nyeluk Dek. Wkwk.
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jul 27
Replying to @gnolbo
Ketika nulis Cantik itu Luka Mas Eka sedang baca buku apa?
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jul 24
Replying to @DIsmantoko
Saking biasanya, orang-orang tidak takut tuh keluar kalau tidak penting, bahkan secara terang-terangan nongkrong di tempat umum. Pakai masker? O, tidak. Jaga jarak? O, apalagi, tidak mungkin. Bad Alive
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jul 24
Monmaap nih. Saya kok bingung sama orang-orang yang tinggal di kabupaten tercintaku ini. Ketika kasus masih 2 orang-orang pada khawatir. Dan bener-bener keluar kalau ada sesuatu yang penting. Tapi ketika kasus udah kayak digambar itu orang-orang kok malah biasa aja ya. Bad Alive
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jul 19
Sri Mulyani , Buka Hasil Audit BPKP terhadap BPJS Kesehatan. Rakyat berhak tahu! - Tandatangani Petisi! lewat
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jul 10
Apakah pengamalan pancasila itu dengan cara berpura-pura bikin solusi padahal sedang menerapkan herd immunity?
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jun 15
Apakah Indonesia benar-benar negara demokrasi?
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jun 3
Replying to @DIsmantoko
Ini memang Juni, bukan bulan ketika Pancasila diperingati hari lahirnya. Sejauh mana ejawantah Pancasila di negeri ini sih? Kok bisa sampai ada lho pejuang pendidikan yang nasibnya terlunta-lunta seperti para GTT itu?
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jun 3
Replying to @DIsmantoko
Hiburan-hiburan itu tidak pantas, jika hanya digunakan sebagai dalih untuk terus-terusan dijadikan alasan untuk tidak menyejahterakan GTT.
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jun 3
Replying to @DIsmantoko
Mungkin sudah sejak lama guru terkenal pahlawan tanpa tanda jasa. Apalagi kalau GTT, terkenal dengan stigma berjuangnya. Dan sering dihibur supaya banyak-banyak ikhlas dan sabar.
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jun 3
Replying to @DIsmantoko
Bahkan banyak profesi yang bebannya tidak sekompleks itu gajinya minimal UMR. Negara sadar itu dan akhirnya guru berstatus PNS bisa dikatakan cukup layak. Tapi, tenaga PNS pun masih kurang, makanya sekolah-sekolah menerima atau bahkan membuka lowongan untuk GTT.
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jun 3
Replying to @DIsmantoko
GTT itu juga guru. Guru itu bebannya banyak. Beban intelektual, moral, sosial. Cukup kompleks. Mendidik orang yang jumlahnya tidak sedikit itu tidak mudah. Sekarang ngingetin anak tidak tertib saja taruhannya masuk penjara.
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jun 3
Replying to @DIsmantoko
Bukankah itu bisa mengubah tren atau pasaran gaji guru yang terlanjur susah ambruk seambruk-ambruknya itu.
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jun 3
Replying to @DIsmantoko
Sering-seringnya kalau ada sebuah sekolah memberikan gaji rendah pasti alasannya seperti ini, "Itu sekolah yang favorit saja gaji gurunya cuma segitu." Wek! Kalau memang bisa ngasih gaji bagus kenapa tidak ngasih.
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jun 3
Replying to @DIsmantoko
Di sekolah negeri bahkan ada GTT yang gajinya jauh di bawah UMR tapi beban kerjanya jauh melebihi GURU PNS.
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jun 3
Replying to @DIsmantoko
Saya pernah sharing-sharing dengan beberapa teman. Ada sekolah swasta yang biaya masuknya mahal, biaya spp-nya mahal, masuk pertama jadi guru gajinya di bawah UMR. Padahal UMR Bantul berapa? Sekira 1,7 jutaan. Masih di bawah UMR Jogja yang dianggap paling rendah se-Indonesia.
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jun 3
Replying to @DIsmantoko
Saking dianggap wajarnya gaji-gaji super rendah, tidak manusiawinya itu, gaji rendah malah dijadikan semacam patokan untuk menggaji, bahkan jika sebuah sekolah mampu.
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jun 3
Replying to @DIsmantoko
Sudah dianggap wajar, jika ada guru statusnya GTT digaji 400K atau 600K perbulan. Bahkan ada juga yang bisa sampai di bawah 400K.
Reply Retweet Like
Dani Ismantoko Jun 3
GTT (GURU TIDAK TETAP) DAN GAJI TIDAK MANUSIAWINYA Saya tinggal di Kab. Bantul. Bekerja di sebuah sekolah swasta. Sampai sekarang saya tidak paham mengapa di Kabupaten saya ini tren gaji tidak manusiawi bagi GTT itu dianggap biasa-biasa saja. -Sebuah Utas-
Reply Retweet Like